blog ini didedikasikan kepada semua anak-anak Lorong Mu’min I, Makassar

Jusuf Kalla


103779

Jusuf Kalla bukan seorang akademisi, bukan pula aktivis sosialis. gelar akademisnya Drs. lulusan Fakultas ekonomi Universitas Hasanuddin. Ia pengusaha yang lahir dan besardengan prinsip mencari untung.

Anehnya, ia seperti seorang “sosialis”. Dia pengusaha besar yang bergelut dengan kapitalisme, tapi jiwanya seorang yang pro rakyat. Bukan kampus, tapi lingkungan keluarganyalah yang membuatnya jadi “sosialis”. Ayahnya, Hadji Kalla, seorang yang kaya raya di Makassar. Ibunya, Athirah, seorang aktivis Muhammadiyah. Kalla yang pengusaha adalah tokoh Nahdlatul Ulama.

Dua organisasi Islam besar itu merupakan perwujudan dari idealisme Hadji Kalla dan Athirah untuk mengabdi kepada masyarakat. Rumah mereka di Jl Andalas, Makassar, misalnya bebas ditiduri tukang becak. Orang kaya biasanya ingin hidup nyaman, tidak mau diganggu, apalagi oleh pemandangan kotor seperti tukang becak. Hadji Kalla tidak begitu. Ia, yang sederhana dengan topi putih di kepalanya, menikmati hidup justru dengan orang miskin.

Kepeduliannya pada agama juga sangat besar. Banyak masjid, banyak pula pesantren, yang dibantu keluarga itu. Banyak universitas besar di Makassar dibantu oleh keluarga ini.

Dalam suasana keluarga seperti itulah Kalla tumbuh dan besar. Ia menikmati kehidupan sebagai orang kaya, sekaligus mewarisi jiwa sosial orang tuanya. Itulah pula yang melahirkan benih-benih idealisme Kalla.
Dengan bekal idealisme itu, ia meninggalkan kehidupan mewah sebagai orang kaya. Sejak mahasiswa ia memimpin organisasi mahasiswa, berjuang bersama KAMI angkatan 66, menjadi Ketua HMI Cabang Makassar (kantor HMI Cabang Makassar sampai sekarang merupakan sumbangan Kalla), dan naik kapal laut ke Jakarta untuk ikut bersama mahasiswa Jakarta menggelar demonstrasi anti Orde Lama.

Setamat dari Unhas, JK menjadi anggota DPRD termuda di Sulsel, lalu beberapa kali menjadi anggota MPR, memimpin Kadin, memimpin perusahaan Kalla Group, mendirikan dan memimpin yayasan sosial (pendidikan dan keagamaan), menjadi Ketua Forum Antarumat Beragama Sulsel sampai sekarang, menjadi Menteri Perdagangan dan Perindustrian di era Gus Dur, menjadi Menko Kesra di era Megawati, dan terakhir menjadi Wakil Presiden.

Kalla selalu mengatakan, ia menjadi calon presiden bukan untuk mencari kemuliaan bagi dirinya, tapi kemuliaan bagi bangsanya. Hartanya saat ini Rp 300 miliar, lebih dari cukup untuk menikmati kemuliaan pribadi. Hartanya produktif, seperti hotel, mal, dealer mobil, tanah, tabungan –yang cukup untuk dinikmati anak dan cucu-cucunya.

Justru dengan menjadi calon presiden, Kalla menghadapi risiko besar tabungannya terkuras, dan bila Kalla, kehormatannya menjadi taruhan. Risiko yang besar itu menjadi kecil di tengah ambisinya mewujudkan apa yang dia yakini penting untuk bangsa ini: kemandirian dan martabat bangsa melalui percepatan pembangunan ekonomi.

Ideologi ekonominya sosialis, pro rakyat. Suatu waktu ia marah besar ketika Pasar Sentral di Makassar direnovasi dan pasar modern itu kemudian akan menggusur ribuan pedagang tradisional. Kebetulan, pasar sentral yg semrawut itu berdiri di dekat kantor NV Hadji Kalla.

Ia percaya bahwa pembangunan ekonomi di sektor riil akan menolong mayoritas rakyatnya yang miskin.

Untuk menaikkan taraf hidup rakyat, ia prosubsidi tapi untuk sementara. Dalam jangka panjang, pertumbuhan ekonomi harus dipacu, sembari pada saat yang sama, biaya hidup rakyat yang mendasar seperti pendidikan, kesehatan, dan transportasi harus ditekan sekecil mungkin.

Menaikkan gaji, bagi JK, bukanlah opsi yang selalu mengenakkan bagi pengusaha. Padahal, buruh selalu ingin agar gajinya naik.

JK menawarkan solusi, seperti dilansir kompas.com. JK mengatakan, perusahaan akan sukarela menaikkan gaji bila ongkos listrik dan bunga pajak murah, birokrasi yang mudah dan infrastruktur yang lengkap.

“Ini yang harus kita perbaiki. Jangan kita dipenuhi oleh produk murah. Jangan hanya sekedar ingin jaga stabilitas moneter, rakyat dikorbankan. Jangan menekan buruh, kita harusnya menekan ongkos listrik, menekan birokrasi, bunga pajak dan juga infrastruktur,” tutur JK di depan buruh.

JK juga menjanjikan membangun rumah di dekat pabrik dan menjamin transportasi murah agar buruh dapat mengerjakan tugasnya dengan baik. Menjamin pemberian bunga usaha yang adil bagi pengusaha besar dan kecil. Nah, menurut JK, ini semua akan terealisasi jika dirinya dan Wiranto terpilih dalam Pilpres mendatang.

Beda dengan Neoliberal
Kalla bukan tokoh yang antiasing. NV Hadji Kalla sebagai dealer mobil Toyota di Indonesia timur bermitra dengan Jepang. Kekayaan JK justru tumbuh, antara lain, dari bisnis ini.

Bagi Kalla, asing tetap penting, sejauh tetap menghormati martabat bangsa Indonesia dan sejauh tidak merugikan rakyat.

Pandangan Kalla mengenai relasi antara negara dan rakyat diungkapkan pada acara bersama Relawan Relawan Berani Bangkit Mandiri di Wisma Perwari, Menteng, Jakarta, Sabtu (6/6). Hadir di sini tokoh buruh Dita Indah Sari, seperti dilansir inilah.com.

Menjelaskan perbedaan dirinya dengan penganut neoliberalisme, Kalla mengatakan, “Para liberalis mengatakan jangan campur tangan, biarkanlah swasta dan asing menguasai. Kita diam saja, terima beres saja. Saya bilang tidak mungkin, negara itu harus menjamin setiap warganya. Inilah letak perbedaan para orang liberalis dengan saya.”JK mengatakan, bila semua dikendalikan oleh swasta dan asing tanpa ada campur tangan pemerintah, ia mempertanyakan posisi dan fungsi pemerintah. Ia bertanya apa gunanya ada sebuah negara.”Mereka itu tidak mau menjaminnya, mereka biarin pasar berjalan dan saya bilang anda tidak menjamin itu. Apa gunanya negara klo negara tidak campur tangan untuk rakyatnya,” kata JK.

Menurutnya, yang dapat menyelesaikan masalah bangsa ini adalah bangsanya sendiri. Yang dapat memajukan bangsa ini adalah kerjasama yang didasari atas pemahaman ideologi bangsa bahwa bangsa adalah yang terpenting. JK mengaku dirinya akan menjalankan amanah bangsa untuk kepentingan semua pihak.

“Ini semua tergantung dengan paham apa yang kita jalankan untuk bangsa ke depan. Saya sependapat tidak ada bangsa yang bisa maju selain bangsa itu sendiri yang ingin maju. Dan yang dimaksud ingin maju adalah keyakinannya, sumber alamnya, manusiannya dan pemimpinnya yang menjadi kekuatan yang besar.,” ungkapnya

JK percaya bahwa keyakinan pemimpinnya, sumber daya alam, dan manusia Indonesia merupakan modal dasar kita sebagai bangsa. Modal ini harus dikelola agar bangsa ini tumbuh dan berkembang menjadi mandiri dan bermartabat.

JK menyatakan, bangsa ini tidak akan bisa maju kalalu selalu minta bantuan, memakai otak orang, otot orang dan menerima bersih. Sementara kekayaan Indonesia diambil semena-mena dan merasa puas akan itu.

“Itulah yang berjalan sekian lama, kita membiarkan bangsa ini dikelola kemudian kita menerima seadanya dan kita ketinggalan dengan bangsa lain,” imbuhnya.

Keyakinan JK akan kemampuan bangsa sendiri ia wujudkan dalam berbagai proyek pembangunan strategis seperti pembangunan Bandara Hasanuddin, Lombok, dan Medan. Konsultan asing dan kontraktor asing yang sudah mentradisi di setiap pembangunan bandara di Indonesia ia singkirkan. Hasilnya, bangunan bandara tetap bagus, bahkan sangat bagus, dengan biaya lebih murah separuhnya, dan waktu penyelesaian yang lebih cepat separuh dari biasanya.

Saya percaya tidak semua orang setuju dengan pendapat ini. Saya menuliskan ini untuk mengingatkan kita semua bahwa bersama JK, kita melihat ada satu ide, satu cita-cita yang luhur.

Ide yang luhur itu menjadi bermakna karena ia lahir dan akan dijalankan oleh seorang pemimpin yang reputasinya sudah teruji melalui penyelesaian berbagai masalah bangsa yang sangat pelik seperti Ambon, Poso, dan Aceh.

Idealisme JK menjadi luar biasa buat saya, karena ia bukan pengamat, tapi seorang pelaksana. Ia mengatakan apa yang sudah dan akan dia lakukan untuk bangsa ini.

Mungkin JK akan kalah dalam pilpres. Bukan itu yang penting buat saya. Yang terpenting adalah bagaimana ide dan cita-cita yang luhur ini memberikan inspirasi kepada bangsa ini untuk meningkatkan kemandirian dan harga diri bangsa ini.

Bila JK kalah, mungkin ia akan segera hilang dari pentas politik nasional paling telat September tahun ini. Saya ingin hilangnya JK dari pentas tidak menghilangkan ide-idenya yang mulia itu.

Mohon maaf kepada yang kurang berkenan.

Managemen Bandwith Sederhana


Pada suatu jaringan warnet, sudah selayaknya kita mengatur batas minimal klien untuk melakukan download atau upload. Hal ini sangat penting untuk mencegah koneksi internet menjadi crash akibat tarik menarik bandwith antara klien yang satu dengan klien yang lainnya. Beberapa user warnet juga terkadang tidak mengetahui, bahwa penggunaan software seperti download manager dan semacamnya, ikut menzholimi user yang lain, karena jatah bandwithnya disedot habis-habisan. Akibatnya koneksi menjadi sangat lambat, dan ini tentu saja bisa membuat orang hengkang dan mempromosikan warnet kita lemot, sehingga calon konsumen lain juga bisa pergi dari warnet kita.
Beberapa warnet biasanya menggunakan PC server dengan dilengkapi software mikrotik yang fungsinya menjatah bandwith tiap komputer. Namun, biasanya warnet yang menggunakan koneksi speedy, karena modemnya bisa berfungsi sebagai router terkadang tidak lagi menggunakan pc server. Akibatnya bisa bobol bandwithnya, sehingga koneksi menjadi lambat, klien tarik-tarikan bandwith. Lain halnya apabila modem yang digunakan bisa melakukan pembagian bandwith secara merata ke tiap klien. namun, modem yang bisa melakukan fungsi tersebut biasanya sangat mahal.
Namun ini sebenarnya ada solusinya, dengan menggunakan software freeware yang bernama Traffic Shapper XP. Software ini berfungsi melakukan penjatahan upload dan download tiap klien yang terkoneksi ke internet dalam suatu jaringan, tanpa perlu menggunakan PC server. Tentu hal ini sangat mudah dan ekonomis.
Di warnet yang saya kelola, software ini sudah saya uji coba dan, Alhamdulillah, hasilnya cukup bagus. Caranya, Traffic Shapper cukup dipasang ke tiap komputer klien, ikuti terus petunjuk instalasinya, sampai kepada panduan pembagian bandwithnya. Nah, karena saya menggunakan Speedy berkecepatan Upload/download 1000Kbps/128 Kbps, dibagi ke 7 pc, saya melakukan penjatahan tiap komputer UP/Down 364Kbps/72Kbps. Makin sedikit jumlah klien maka angka sharingnya bisa digedein, begitu pula sebaliknya.
Kemudian pada pilihan optional, agar .exe traffic shapper bisa dijalankan saat komputer startup, tarik icon pada desktop ke start up menu milik Windows. Untuk pengguna Linux, program ini bisa dijalankan setelah menginstal Wine.
Setelah menggunakan software ini, barulah Speedy di warnet saya bisa digunakan untuk bermain game online secara stabil. Game seperti AyoDance Online, Gundbound, Pangya, RF , bisa dijalankan secara normal, tanpa mengganggu aktivitas browsing internet. Bahkan untuk pengguna download manager, tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuk seenaknya menggunakan bandwith kita.

Traffic shapper bisa diperoleh di link ini :

 http://bandwidthcontroller.com/files/Tra…

Berapa Cost Untuk Mendirikan Warnet?


Kalau pertanyaan seperti ini diberikan kepada saya maka jawabnya: saya menghitung modal membuka warnet berdasarkan biaya per PC. Aneh-nya, tidak ada yang bertanya berapa biaya per PC investasi di warnet, yang banyak adalah: jika saya buka warnet dengan “n” pc berapa biayanya?

Nah, supaya tidak berlama-lama. Investasi membuka warnet adalah diseputaran Rp 2 juta/pc sampai Rp 4 juta/pc. Angka ini akan menyesuaikan diri dengan lokasi warnet. Di kota besar bisa jadi angka Rp 10juta/pc menjadi umum sementara kalau di kota kecil bisa jadi Rp 7juta/pc masih cocok.

Seandainya warnet yang ingin didirikan fokus pada keperluan browsing semata (tanpa game centre/ game online), cost bisa lebih ditekan dengan menggunakan komputer bekas. Dengan cost 1 juta per komputer, taruhlah anda hanya butuh investasi pc sebanyak 7 buah, maka anda cukup mengeluarkan 7 juta rupiah. Apalagi sekarang pasaran komputer berprosesor pentium 4 bekas sudah sangat murah (socket 478).

Kalau untuk warnet yang saya kelola sekarang, spesifikasi komputernya standar.

2 unit menggunakan prosesor AMD,  monitor 17,  costnya sekitar 3 juta rupiah.

1 unit Pentium 3 1000 bekas, harganya (termasuk monitor 14′) 1 juta rupiah

1 unit P4 1,8 Ghz IBM,  tambah monitor 14′, harganya sekitar 1, 3 juta.

1 unit P4 1,8 , MB Amptron monitor 14′, sekitar 1,4 juta.

1 unit P3 800, Acer, monitor 15′ sekitar 1 juta.

1 unit Acer P3 500 (untuk billing) sekitar 700rb .

Semuanya menggunakan HD 40GB, Ram 512, Vga 128Mb. Jadi cost untuk Pc silahkan hitung sendiri.

Adapun untuk meja cukup menggunakan meja standar harga 45 ribu dari ITC Mangga 2, ada tujuh biji.

Sewa tempat per-bulan sekitar 800rb, cost lain2 300rb, listrik 300rb, sewa ISP Speedy sekitar 1 juta.

Namun untuk warnet segitu saya selalu berupaya tingkat okupansi rata-rata per komputer harus 7 jam. Di bawah 7 jam, warnet kita terhitung sepi. Dengan hitungan sewa per-jam taruhlah Rp 4000 , okupansi per komputer 7 jam x Rp 4000 = 28.000 x 6 komputer = 168.000/ hari.

Semakin banyak jumlah komputer klien, harus di barengi semakin tingginya tingkat okupansi. Karena jangan sampai jumlah unitan klien banyak tetapi jumlah user/ pelanggan justru berbanding terbalik. Beberapa warnet besar, dengan jumlah PC di atas 20 unit, dalam sehari terkadang tingkat okupansinya di atas 9 jam, warnet tersebut terhitung ramai sekali berarti.